aku Tunggu
01.15selamat datang kembali dimemory kepalaku, kita sudah lama tak saling menyapa. Apa kabar kamu? kuharap semua baik-baik saja.
hahhhh sudah lama yaa, sudah lama kamu dan aku dibatasi oleh jurang yang kita sebut "pertengkaran".
Ini tahun ke 4 kita tak saling peduli, setelah 15 tahun lamanya kita saling berbagi, apa kamu merindukanku? hahhh entah ia atau tidak, aku tidak peduli.
Aku begini bukan tanpa alasan yang kuat, bagaimana dengan kamu ? apa sama sepertiku ?
Aku ingat ketika jurang itu kita gali bersama atas dasar kekanak-kanakan, kita berdua saling menyalahkan, aku dan kamu merasa paling benar.
okeee, aku tahu dimatamu akulah yang paling bersalah, tapi coba kamu ingat-ingat kembali saat-saat pertengkaran kita belum dimulai, moment-moment dimana emosimu belum meluap-luap. Apa benar aku yang salah? atau kamu yang tak mau mengalah?
mengapa kita sedemikian rupa? aku rasa kita terlalu berlebihan, bukannya aku tidak mau memulai duluan, atau memintamaaf atas kesalahan yang tidak kubuat sama sekali. Coba kita hitung sama-sama, sudah berapa kali kamu mau mengalah atas aku ? okeee Lupakan semua, mari kita lupakan kenangan yang keterlaluan itu. Bukankah kamu tak akan pernah membenarkan semua yang aku katakan ? karena kamu selalu menyebalkan dengan kerasnya kepalamu, dengan perkataanmu yang selalu menyudutkanku. Bukankah kamu selalu begitu?
Tapi dibalik itu semua, aku tahu kamu menyimpan sisi baikmu meskipun kamu tidak pernah bisa menunjukkannya dengan lembut. Aku masih ingat, ketika kita berdua masih duduk di kelas 2 SD, saat kamu mencoba mengajariku menghitung perkalian, entah berapa kali perkataanmu membuat aku menangis atau saat kamu menunggu aku menghapal ibukota setiap propinsi di negara kita.
Aku akui kamu memang selalu lebih unggul dibandingkan aku, selalu mendapat peringkat di kelas dan selalu menjadi pujaan setiap anak cewek di sekolah. kamu sempurna di mata setiap wanita, terkecuali aku. Aku bukan salah satu dari pemujamu, atau sebut saja aku bukan pendukung fanaticmu ketika kamu bertanding basket di SMP kita dulu, karena kamu selalu menjatuhkan namaku di depan teman-temanmu, kamu selalu menceritakan kelemahanku kepada mereka.
Apa kamu masih ingat, sewaktu istirahat kedua, di kantin atas sekolah kita, kamu tiba-tiba mendatangiku dengan emosimu yang berada di level tertinggi hanya karena aku lupa menghapal butir ke 28 dari 30 butir pancasila, betapa jahatnya kamu sewaktu itu, lagi lagi kamu mempermalukanku, bukankah kamu sudah tahu kelemahanku, aku pelupa, aku tidak suka pelajaran yang berbau hapalan, apa pun itu.
setidaknya aku mendapat nila yang mendekati sempurna.
Hahhh, betapa menyebalkannya saat-saat itu. Betapa kamu berhasil menghempaskan aku ke titik terendah dibumi.
Tapi tanpa itu semua mungkin aku bukanlah aku yang sekarang. Aku yang selalu kau hujani dengan bumbu-bumbu kerja kerasmu.
Hmmmm mungkin hari ini aku merindukan saat-saat itu. Saat-saat dimana jurang itu belum lahir dihadapan aku dan engkau.
Selamat ulang Tahun untuk kamu.
Jangan gali jurangnya lebih dalam lagi 😂😂
0 komentar