SKENARIO
09.28kau mau apa? kutanya sekali lagi, kau mau apa? mengapa kau hanya terdiam, bukankah pertanyaanku ini membutuhkan jawaban? Aku tak butuh kata yang banyak, kau hanya cukup menjelaskannya sesingkat mungkin. Lalu setelah itu kau bisa pergi, berlalu, sembunyi, entah apapun itu aku tak peduli lagi.
Bagimu mungkin semua terasa mudah, tapi bagiku tidak begitu, semua terasa sulit tercerna, terutama tentang engkau, kini aku bukan yang dulu lagi.
Aku bukan lagi gadis yang suka menunggumu pulang, tertawa ketika kau sakiti, tersenyum ketika kau lukai, itu semua bukan bagian dari diriku lagi, aku tak lagi begitu.
Kamu dan kelakuanmu, sekarang hatiku benar-benar tak bisa memaklumi, aku hanya benar-benar lelah, lelah melihat sikapmu yang semaunya.
Jangan tanya mengapa, karena seharusnya kau mengerti, bukankah setiap orang punya titik jenuhnya masing-masing? sekarang aku berada di tahap itu.
Aku ingin berjalan meninggalkan engkau dan cerita tentang kita, cerita yang kau buat semaunya, cerita yang engkau sendiri adalah sutradaranya, cerita yang engkau sendiri tak pernah menjadi objek penderita (sekalipun), dan aku selalu menjadi objek pelengkapnya.
Aku sudah tak ingin lagi berperan dalam ceritamu, aku sudah merasa terlalu kadaluwarsa, jadi jangan datang lagi ketempat persinggahanmu ini, biarkan aku berhenti berperan didalam cerita keterlaluan itu. Ijinkan aku membuat ceritaku sendiri, kelak aku ingin menciptakan cerita yang indah, jauh dari kesesakan dan penderitaan, bahkan aku ingin diceritaku tak ada sedikitpun tangisan yang menggambarkan luka, tak akan ada lagi orang yang mengejar atau orang yang senang dikejar. Bukankah kejar-kejaran itu melelahkan? ohhhhh mungkin bagimu tidak, karena kau salah satu dari mereka yang suka berlari, sampai-sampai kau berfikir aku masih mengejar, padahal aku sudah berhenti jauh-jauh hari, sejak aku bertanya "kau mau apa" semua sudah berakhir, semua sudah aku kubur dibawah kakimu berpijak.
0 komentar