perbedaan aku dan dia

19.29

Tadi pagi aku menerima pesan dari seseorang yang sudah lama ingin masuk kedalam duniaku. Kamu tahu isi pesannya membuat perutku sakit karena tertawa. Aku tertawa bukan karena dia yang memohon (untuk kesekian kalinya) agar aku mau mencoba mengisi hari dengannya, bukan karena itu, sekali lagi ku katakan bukan karena itu.

Aku hanya menertawakan kisahku saat ini, ketika aku berada di posisi mencintai dan dicintai. Bukankah ini suatu pelajaran? suatu keadaan yang mengajarkanku untuk tidak mengeluh atau menganggap kamu terlalu jahat karena tidak membalas perasaanku.

aku dan dia sama, sama-sama memiliki ego masing-masing. Sama-sama ingin memperjuangkan apa yang dicintai, dan sama-sama jatuh cinta kepada objek yang salah.
Tapi walaupun begitu kami memiliki sedikit perbedaan, dia dengan caranya mencintaiku dan mengharuskanku membalasnya, dan kamu tahu itu membuatku benar-benar lelah, dengan serba salah yang ada aku harus menjaga perasaannya dan mencoba meyakinkan dia bahwa cinta itu tak harus memiliki. seperti cintaku ke kamu.

Kamu tahu terkadang aku lelah dengan sikapnya yang terlalu kekanakkanakan dalam mencintaiku, malam-malam menerorku dengan begitu banyak kalimatnya yang terkadang menusuk hatiku, atau ketika kami bertemu dan dia kembali menayakan perasaanku dengan kalimat-kalimatnya yang dia sisipkan sedikit kesan jikalau aku terlalu jahat karena tak membalas perasaannya. Kamu tahu sekali lagi itu membuatku benar-benar sangat lelah.

Jadi aku tak ingin kamu juga lelah menghadapiku, menghadapi cintaku ke kamu. karena Aku cukup begini dengan diam yang setia menemani. kamu cukup begitu dengan kesadaraan jikalau ada wanita yang mencintaimu dengan diam.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images