tulisan kegalauan

06.23

selamat malam Tuan, yang semakin hari semakin jauh. Aku kembali lagi dengan cerita tentang kamu atau lebih tepatnya cerita kegalauanku.

semalam puncak kegiatan kita berakhir, mungkin akan sulit mendatangkan waktu dimana aku bisa memandangimu sepuas yang aku mau lagi. hehehe
tahukah kamu, alasanku selalu mengambil tempat duduk persis di depanmu hanya karena aku merindukanmu, dan ingin melihat bola matamu lama-lama, tanpa dibatasi jarak, tanpa gangguan terangnya lampu dan tanpa digugat oleh kehadiran orang lain, alasan yang absurd memang, tapi sebenarnya itulah yang kuinginkan.

diakhir pertemuan kita, aku mengembalikan blazermu yang dari tadi aku gunakan menjadi penghalang angin yang ingin masuk dan menyiksa tubuhku. Lalu kamu menyuruhku masuk kedalam rumahku, kutatap erat tubuhmu sampai hilang dari pandangan mataku. okeee, kita berpisah lagi dan percakapan kita akan dibatasi tulisan lagi.

bukankan kita sudah terbiasa dalam percakapan terbatas,hanya tulisan yang teretas, seandainya kamu paham ini bukan perasaan sederhana, sesederhana yang dulu pernah kamu bilang, sebatas abang-adek.

bolehkah aku meramalkan masa depan perasaanku kelak kepadamu?  kamu akan sibuk dengan kuliahmu, setelah lulus nanti kamu akan bekerja di tempat yang sudah lama kamu impikan dan menghabiskan sisa umurmu bersama pilihanmu. Aku yang tertinggal disini hanya bisa melanjutkan petualanganku, hanya bisa mengenang kamu yang tertawa manis sambil membawa gitar dengan tangan kananmu.
Aku hanya bisa menghidupkan kembali khayalan tentang kamu, saat kita duduk bersampingan dulu, rasanya aku rindu dan ingin memelukmu, tapi siapa aku dimatamu ? hahaha gadis tak tahu diri yang mengharapkan sosok terlalu tinggi.

sejak mengenalmu aku tak bisa membedakan siapa yang pantas aku tinggalkan dan aku perjuangkan. Hatiku telah memilihmu, kamu yang justru lebih dulu memilih yang lain.
Tapi aku tak pernah meminta Tuhan menurunkan perasaan ini, kebetulan kita bertemu dan aku mencintaimu.

Aku punya banyak mimpi, salah satunya bisa merasakan mentari terbenam di seluruh pantai kuta, kamu mau tahu alasanku? 
aku ini gadis lemah, jangan ajak aku naik gunung, aku bisa hipotermia atau mati karena dinginnya sikapmu. Aku lebih suka pantai, aku suka pasirnya, aku suka air, suara gelombangnya, aku suka semua, dan aku ingin menikmati itu bersamamu, kalau boleh mengemis aku ingin habiskn semua dalam pelukanmu. Kita menghilang bersama dan setelah itu kita saling menemukan, kita melarikan diri bersama dan setelah itu kita mencari jalan pulang bersama.

oke lupakan saja khayalan yang tak akan pernah terkabul itu. Bukankah kita harus hidup dalam kenyataan yang ada?

terimkasi Tuan beralis tebalku, kegilaanku kepadamu membawaku pada kedewasaan yang tidak pada tempatnya, aku bersyukur bisa mengenalmu, memimpikanmu, atau hanya sekedar membawa namamu dalam doa. Dan atas keluguan dan kebodohan orang yang sedang jatuh cinta, aku hanya ingin mengatakan "aku mencintaimu" yang mungkin akan membuatmu semakin geli dan tertawa semakin kencang, sehingga akan menghasilkan  setitik air lembut di pelupuk matamu.

dan dalam tulisan ini nampak jelas ada seseorang yang jadi bodoh, alay, tolol, karena ia jatuh cinta.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images