Entah Apa
03.29masih ingatkah kamu, ketika itu kita duduk bersampingan disebuah kegiatan di kampus kita, kita hanya tersenyum satu sama lain tanpa tahu harus berkata apa. Saat itu aku memandangmu masih sebatas junior ke seniornya. Lama waktu berlalu, entah bermula darimana mataku selalu ingin menatap wajahmu, wajahmu yang selalu memancarkan senyum kepada semua orang disekelilingnya. Tapi aku tak berani menamai apakah perasaan ini, kuanggap saja sebagai bentuk kekaguman junior kepada seniornya.
Semakin berjalan kedepan hatiku semakin menolak anggapan yang kutanamkan dibenakku itu, karena bayangmu selalu menarinari dipikiranku. kamu selalu menjadi objek terindah ketika aku ingin berimajinasi. Setiap malam tanganku selalu lihai menuliskan tentang kamu disetiap medsosku, dan yang paling menggilakan mulutku takpernah lelah bercerita tentang kamu kepada teman-temanku.
Tapi mungkin kamu tidak menyadari bahwa gadis bodoh ini diam-diam menaruh harapan terlalu tinggi kepadamu, karena kamu terlalu sibuk dengan duniamu sendiri, kamu terlalu sibuk menuliskan frasa-frasa untuk wanita yang kamu kagumi.
Hari itu aku tidak sengaja melihatmu sendiri, duduk bersila disuatu tempat sambil memainkan handphone, kamu mungkin sedang ingin menyendiri dan menulis kembali tentang keindahan wanitamu itu. Hatiku mungkin sudah terlalu lelah mencuri keindahanmu dari kejauhan, kali ini aku ingin mendekat. Entah mendapat kekuatan dari mana, kakiku melangkah kearahmu, pikiranku mulai merangkai kalimat-kalimat basabasi yang mungkin terlihat garing untuk dijadikan sebagai bahan pembicaraan.
Rasa kagumku semakin memuncak saat kamu menanggapi setiap kata-kataku, kamu berhasil mengajakku kembali dengan imajinasiku, kembali dengan harapan yang kubuat sendiri.
Tapi kini harapan itu benar-benar menghancurkanku, aku salah mengartikan setiap bentuk perhatian dan candaamu. Hahhhhhh mungkin ini karna aku terlalu mengagumimu dan hal itu membuat logikaku tidak bisa aku mainkan.
Kamu mungkin tidak mengerti betapa aku membenci keadaan ini. Aku ingin meratapi ini semua, aku ingin melontarkan pertanyaan kesiapa saja mengenai semua ini. Mengenai aku yang selalu jatuh cinta ditempat yang salah.
Hari ini aku ingin menyudahi perasaan ini, jadi kuijinkan pikiranku bernostalgia tentang kamu sekali lagi, tentang pria beralis tebal, bertatapan mata sendu, berbehel , penulis dan
bersuara merdu, dan setelah itu aku akan berhenti mengharapkan kata "kita" dalam hidupku.
Oh iyaa aku masih ingat kalimat yang pernah kamu katakan kepadaku " Mungkin karena cinta itu indah maka walaupun tak terbalas dia akan tetap selalu indah dan dia akan selalu nyaman dihatimu sekalipun tak terbalas" dan aku rasa kalimat itu cocok untuk kamu jadikan nasihat kepada aku yang telah jatuh cinta kepadamu dengan sangat berani.
sebelum lembaran tentang kamu benar-benar aku tutup, aku ingin mengucapkan terimakasih, terimakasih pernah membuat hariku berwarna, imajinasiku begitu indah dan tulisan yang kuhasilkan seolaholah menjadi sangat utuh. Semoga kamu dan wanita beruntung (entah siapapun itu) segera dipersatukan Tuhan.
0 komentar