Jiwa Lemah

03.40

"Lemah" tadi pagi kau datang dan menghujaniku dengan kata itu, bukan hanya sekali, kau mengucapkannya berkali-kali didepan mataku. Lalu kekesalan kau tampakkan dimukamu,
pada saat itu aku berpikir jemarimu mungkin ingin meremas tubuh kecilku atau memotongnya menjadi seribu bagian, lalu setelah itu kau melemparkan makhluk laknat ini ketempat terjauh agar tak merusak pandanganmu.
okeee tapi semua ini hanya opini belaka, opini dari gadis yang menggores kekecewaan dihatimu, opini dari aku yang membuat amarahmu memuncak tadi pagi, andaipun diberi kesempatan untuk melakukan itu, aku yakin kau pasti tak akan tega memutilasi tubuhku yang pendek ini. Sebagai rekan kerja aku yakin masih ada sedikit kasih untukku dihatimu, atau sebut saja tenggang rasa sesama rekan kerja.
huhhhhh, ku akui akhir-akhir ini kerjaku memang kurang maksimal, sebenarnya bukan hanya kurang tetapi sangat jauh dari kurang. Aku bukan ingin membela diri, akhir-akhir ini memang otakku tak dapat aku gunakan dengan optimal, rasa cuek itu memenuhi semua relung tubuhku, ditambah lagi problema hatiku yang sangat-sangat terbilang kacau. Ini bukan alasan, tapi disitulah kekuranganku, aku belum bisa memilah-milah masalah pribadi dengan tanggung jawab yang aku emban sebelumnya.
Kau tahu sendirikan, jiwa melanku belum bisa aku atasi sepenuhnya, kemanjaan hatiku masih sangat terbilang jelas dan mencolok.
hhuuhhhh tenang saja aku hanya sedang bergumul pada diriku sendiri, aku tidak meminta belas kasihanmu atau sedang lari dari masalah yang aku ciptakan sendiri.
Disini aku hanya sedang membetulkan perkataanmu, aku jiwa lemah yang merusak semua program kerja kita, jiwa lemah yang lupa dengan tanggung jawab besar yang sedang menanti, jiwa lemah yang patah hati dengan teramat gila, jiwa lemah yang saat ini tidak cocok bergelut di dunia percintaan, karena itu hanya akan menghancurkan semua pondasi yang dia punya.
mungkin permintaan maafku tak akan menyelesaikan semua dan tak akan mengubah situasi menjadi lebih baik.Tapi tolong beri aku kesempatan sekali lagi, kesempatan untuk mencoba memperbaiki setiap sudut jejak-jejak masalah itu. Menghapus kata lemah yang sudah kau lekatkan erat di jidatku.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images