Goresan Rindu

22.44

Pena mana yang rela menumpahkan tintanya? kertas putih mana yang rela di timpa?
Aku sedang ingin menggores rindu, lima huruf ini sudah terlalu lama tinggal diam di dalam hatiku.
Ini Rindu yang menggebu, diasah tajam seperti pisau kalbu, untuk kamu. Apakah kamu merasakannya?  Rindu yang aku ciptakan hanya beralaskan dua warna, hitam dan putihnya perasaan. Kelam? Begitukah suasananya?  hahhhhh aku tidak peduli, karena dimataku warna lain terlalu cerah jika diisi didalam warna rinduku.
Dengarlah wahai kamu, Rindu ini sungguh sangat menyiksa kalbu, seakan-akan aku selalu dihantui bayang-bayangmu.
Ketika memejam kamu muncul di mimpiku, membuka mata kamu tak tersentuh jemariku. Seolah-olah Dewi Fortuna tak memberi celah untukku bernapas lega. Namun aku tak pernah jera, memory kepalaku dengan suka rela memutar-mutar slide kenangan kita, dimulai dari titik pertemuan hingga sampai di pintu keterpurukan.
Bagaimana dengan kamu?  apa aku sudah hangus ditelan api ketidak pedulianmu?  atau sosokku tak pernah terbaca lag didalam sanubarimu?

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images