Goresan Rindu II
07.51Asaku tak pernah berhenti mengharap, aku butuh sekedar "say hello" dari kamu, karena rindu ini sungguh sangat membuat tak enak badan. Kamu sedang apa? bersama siapa? apa ingat aku? Pertanyaan itu terus berputar-putar diatas kepala, dan sebenarnya aku sendiri sudah tahu jawabannya.
Aku seperti berjalan di tempat, kisah-kisah lalu seperti terus terungkap, seharusnya moment indah bersamamu hanya aku jadikan kenangan, tapi justru aku ingin hidup disana.
Semisa R I N D U itu punya lima bagian yang menyiksa, maukah kamu membawa pergi satu? setidaknya itu akan sedikit meringankan pundakku.
Menurut kamu aku harus bagaimana? Jika harus menahan rasanya air rindu ini sudah terlalu penuh, Jika diungkapkan aku terlalu takut.
Apa kamu pernah begini? pernah seperti aku yang merindu terlalu dalam, sampai-sampai rasanya semua orang sedang menertawakanku. Menangispun sepertinya tak akan mengubah apapun.
Seandainya hatimu dan hatiku punya radar yang sama, mungkin signalku akan sesigap mungkin mencari signalmu, karena aku yakin signalku tak akan mungkin membiarkan aku serindu ini.
Sudah ku katakan, dimana-mana kamu seperti ada, padahal tidak sama sekali, ilusiku semakin memperburuk keadaan, menyiksaku.
Kepalaku menawarkan beberapa solusi kepada hatiku, salah satunya menganggap kalau aku sedang tidak merasakan apa-apa, tapi aku gagal total, sebelum kumencoba kamu sudah lebih dulu melintas didepanku, hahhh maksudku bayanganmu.
Jadi lagi-lagi aku kalah, aku kalah melawan R I N D U yang punya banyak cara menyiksaku.
0 komentar